Jan 29, 2012

Alamat Patilasan Groot Majoor Bintang Tololiu Hermanus Willem Dotulong adalah Marunda dalam kawasan pelabuhan KEN II Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari tempat cap kaki keramat Cilincing lewati jembatan yg pada malam hari menjadi tempat hiburan malam kanan kiri muara pertemuan air tawar dan asin. Lurus terus menuju pelabuhan peti kemas, jalan ke sana cukup hancur/rusak kalau anda menggunakan sepeda motor sebaiknya berhati-hati perhatikan jalan yg berlubang dan mobil truk besar yg bisa mengambil nyawa anda sewaktu-waktu untuk itu saya sarankan naik mobil sayangnya tidak ada kendaraan umum menuju ke sana mau tidak mau anda naik ojek. Jika anda melewati Pos Polisi silahkan masuk dan tanyakan letak makam, karena di Pos Polisi ini anda bisa mendapatkan kunci untuk masuk ke makam Kapten Jongker yg letaknya persis di samping Patilasan ini.

Berikut foto-foto Patilasan:

Silahkan klik untuk memperbesar gambar, di petilasan tersebut ditulis nama singkat karena terlalu panjang klo ditulis nama beliau ga muat Smile bentuk Patilasan seperti makam namun berbentuk segitiga yg melambangkan Trinity atau Tritunggal 3 kekuatan. Lalu di atas ada lambang Bintang Pentagram yg berarti 5 unsur Elemen Air, Api, Logam, Kayu, dan Tanah. Lalu bentuk segitiga atau pyramid menuju keatas seperti pemancar energi ke atas. Layaknya waruga Minahasa atau Obelisk yg dikenal oleh bangsa Eropa. Lalu ditutupi bangunan atau segitiga kembali seperti atau bangunan Minahasa.

Siapa sih Majoor Bintang Tololiu Hermanus Williem Dotulong Dia lahir di Kema, 12 Januari 1795 dan meninggal di Sonder, 18 November 1888. Ia adalah cucu dari Xaverius Dotulong, seorang sahabat Gubernur Maluku. Dia adalah Pahlawan Indonesia dan juga Pahlawan VOC kok bisa begitu? karena Dialah Sulawesi Utara tidak pernah dijajah oleh Belanda padahal Indonesia dijajah 350tahun hanyalah Sulawesi Utara yg tidak dijajah bahkan Sulawesi Utara mendapatkan perlakuan khusus dari VOC. Dan karena dialah VOC dapat terus berkuasa di Indonesia Dotulong yg memimpin pasukan KNIL Ia yang memimpin pasukan Tulungan dari keresidenan Manado membawahi 1241 orang pasukan yang menolong Belanda membasmi Perang Jawa (Perang Diponegoro), Perang Minangkabau (Perang dipimpin Imam Bonjol), Perang Aceh, Perang Palembang, Perang Jambi, Perang Trunojoyo, Perang Banten, dll . Pasukannyalah yang menangkap Pangeran Diponegoro (dari Kapitein Benjamin Thomas Tawalijn SIGAR asal Langowan). Lalu di bawah dia ada Pasukan dari Maluku yg dipimpin oleh Kapten Yongker (Jongker) atau di akui sebagai pahlawan bangsa dengan nama Kapitan Pattimura, Lalu pasukan dari Bugis yg di pimpin Aru Palaka (Arung Palakka), dan ada bbrp nama lagi. Hampir semua pahlawan di Indonesia mereka yg tangkap.

Dotulong terkenal sangat sakti nama Marunda sendiri menggambarkan kesaktian dia. Marunda adalah nama dari kata Parundak yg adalah bahasa Manado yg artinya Pelepah daun Kelapa yg di mana Opo Dotulong dari Manado menuju Perang Jawa cuma naik Pelepah Daun Kelapa dan tempat beliau Mendarat di sebut Parundak - Marundak - Marunda.


Nah disebelah makam terdapat Makam Kapten Jongker, Kapten Jongker yg berasal dari Maluku Ambon ini sangat terkenal dengan pasukan Ambonnya rakyat Minangkabau sangat dendam dengan beliau karena dia dengan pasukan dia yg berjumalan seratusan saja dapat membantai memenggal semua pemberontak di Minangkabau. Kapten Jongker dihadiahi tanah kekuasaan di Batavia tepatnya di penjongkeran. Karena dia menghargai atasannya maka dia di kuburkan samping Patilasan atasannya.

Di tempat Patilasan ini pula Pitung mendapatkan wangsit dan kesaktian ilmu kebal Rawa Ronteknya.

Jika anda orang Minahasa tinggal di Jakarta wajib rasanya mengunjungi tempat ini menghargai leluhur yg telah berjasa kepada bangsa dan negara ini. Perlu diketahui beberapa bagian Patilasan seperti patung burung Manguni, dll Sekarang dipindahkan daerah Parung Bogor. Begitu banyak orang menyelidiki mengenai Dotulong krn berkeyakinan masih banyak harta rampasan perang yg disembunyikan, dan di buat sisilah dari Xaverius Dotulong yg dikenal dengan PAXDO perkumpulan keturunan Xaverius Dotulong.

Jan 27, 2012


Waruga Toar Lummimuut ini terletak di lereng gunung Desa Palamba merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Warga di sana terkenal dengan hasil cengkeh, anda akan melihat di sepanjang perjalanan Desa. Dari kota Manado kira-kira membutuhkan waktu 2 jam perjalanan jika menggunakan mobil pribadi, dalam perjalanan anda akan melihat pemandangan sawah yg indah dan luas sayang terakhir saya pergi pada tahun 2012 jalan ke arah Waruga sangat rusak.

Anda akan melewati makan Dotu Sigar pemimpin perang dari Langowan yg banyak menangkap para pahlawan yg di anggap pemberontak oleh VOC, tidak ada salahnya anda mampir terlebih dahulu. Dotu Sigar sangat terkenal dengan ketegasan memimpin dan kesaktiannya tidak heran waktu pada jamannya tidak ada orang Indonesia yg menang melawan VOC.

Di Waruga Toar Lummimuut ini tidak hanya ada waruga, yg lebih unik ada klenteng yg sesembahan utamanya Dewi Kwan Im. Kenapa bisa ada klenteng disini? Ternyata ada cerita tersendiri saat ritual di Waruga ini muncul secara gaib Arca Dewi Kwan Im yg berwarna putih bersih terbuat dari batu. Nah karena untuk menghargai sang Dewi maka di buatlah klenteng disini, tepatnya di samping Waruga dgn bangunan yg terpisah. Di Klenteng tersebut selain Dewi Kwan Im ada Ho Tek Ceng Sin (Dewa Bumi Cina), Kwang Kong (Kepala Suku Tonsawang), Sunggokong (Kera Sakti), Naga, dan Macan. Walaupun di situ warga sekitar tidak ada yg menyembah kepada Dewi Kwan Im tapi anehnya.... para warga Cina dari mana saja datang kesini bbrp dari mereka datang mengaku dapat petunjuk dari sang Dewi Kwan Im langsung.

Lalu apa sangkut paut Dewi Kwan Im dengan leluhur Minahasa Toar Lummimuut? ternyata beberapa warga cina pada jaman dahulu ada yg datang ke tanah Minahasa agama kepercayaan mereka menyembah kepada Dewi Kwan Im yg tertinggi. Lalu suku mereka ini yg dari Cina bercampur dengan Suku Minahasa lalu terjadilah perkawinan, jadi keturunan Minahasa tidak usah heran kalau putih-putih seperti Cina, tapi tidak semua keturunan bermata sipit :) . Dan mereka tidak memakai bahasa Cina tapi memakai bahasa Minahasa dan dibawah Suku Minahasa.

Cerita ini saya dengar dari penjaga Waruga Toar Lummimuut Om Marthen Sumual. Marthen Sumual sekarang berumur sekitar 40an dia hidup secara sederhana dengan anak dan istrinya. Waruga ini di jaga secara turun temurun dan anak yg mewarisi untuk menjaga waruga ini juga bukan yg sembarangan, tapi harus berdasarkan petunjuk Toar Lummimuut langsung. Dan yg mewarisi langsung mendapatkan karunia kekuatan dari Orang Tua. Marthen Sumual juga mendapatkan karunia Pakampetan dia bisa menyampaikan pesan dari orang tua anda bisa minta tolong kepada dia jika butuh bantuan.

Banyak sekali orang yg meminta bantuan ataupun restu dari orang tua supaya menang dalam pilkada, meminta kesembuhan karena sakit tak kunjung sembuh, penjagaan diri supaya tidak bisa dilukai, dll

Sayang sekali Waruga Toar Lummimuut kurang terawat baik jalan akses menuju ke lokasi yg hancur dan juga bangunan. Mengapa seperti itu? karena warga Minahasa sendiri yg mayoritas Kristen menganggap tabu hal-hal yg di anggap mistik. Harusnya mereka sadar lihat ini sebagai kebudayaan sebagai jati diri bangsa seperti bangsa barat yg mayoritas Kristen tetap menjaga budaya, bahkan Vatikan negara yg semuanya Kristen ditengah kotanya berdiri menara Obelisk untuk menghargai leluhur, Inggris tetap merawat dan melestarikan Stonehenge. Kita sebagai keturunan Minahasa harusnya merawat, melestarikan, dan memperbagus karena tanpa leluhur kita Toar Lummimuut maka kita tidak ada. Jika ini diperbagus maka Minahasa akan dikenal Dunia sebagai bangsa yg besar.

Jika anda keturunan Minahasa wajib mengunjungi Waruga ini, jika tidak maka anda adalah anak Durhaka krn tidak pernah mengunjungi Orang Tua. Foto-foto lebih lengkap anda bisa melihat di facebook saya: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.334716293239112.81806.100001022335182&type=1&l=a64dd0fa02

Opo Minahasa

7 comments


Dalam tradisi Asia, para manusia yang suci moksa ke alam roh dan di situ Ia menjadi wujud rohani yang dipuja dan disembah. Sebagai contoh Sidharta Gautama di India menjadi Budha, Yesus Kristus di Timur Tengah menjadi Juru Selamat, dan di Cina banyak sekali manusia yang menjadi Dewa. Dan Dalam Kepercayaan Minahasa sendiri yang bukan agama samawi, artinya agama suku yaitu Shamanisme yang dipimpin oleh Walian dan Tonaas sebagai pemimpin perang, agama Shamanisme masih dipegang teguh secara terang-terangan di Mongolia sampai sekarang.

Berdasarkan itu maka Opo pertama adalah Lumimuut, ibu yang tersesat jalannya dalam pelayarannya dari utara menurut mitos dari Mongolia.

Dengan Mengacu pada mitologi itu, maka dapat dilihat, bahwa kata Opo, berkaitan dengan bahasa Cina ‘Po’.

Dalam bahasa Cina, ‘Po’ dapat ditulis dalam dua aksara, yaitu ‘Po’ yang berarti jiwa opo minahasa yaitu, dan yang berarti Nenek Moyang perempuan yaitu opo-opo. Ini Dikaitkan dengan nama Lumimuut, yaitu Opo awal pitarah Minahasa, tercatat banyak sekali Opo yang masing – masing memiliki Tugas khusus dalam mengatur manusia. Para Opo tersebut adalah:
1. Aluk, opo yang bisa melenyapkan manusia
2. Kalangi, opo angin yang membuat badai di laut
3. Kaluilan, opo kesehatan yang menguasai obat
4. Kambong, opo awan yang membuat hujan
5. Kaneneng, opo keperkasaan
6. Kariso, opo api
7. Kasueyan, opo padi
8. Kemboleng, opo angkasa
9. Kiongkiong, opo burung besar
10. Kopalit, opo perdamaian
11. Lumenta, opo udara
12. Limbawa, opo pelangi
13. Lumimuut, opo pertama (tanah, bumi)
14. Makalewai, opo angin barat
15. Makalawang, opo bumi
16. Makawulur, opo segala gunung
17. Manampiring, opo kecendikiaan
18. Mandey, opo peladang
19. Manembo, opo yang melihat tembus menjaga gunung
20. Manarinsing, opo angin selatan
21. Mapataris, opo yang mengalahkan kejahatan
22. Marendor, opo pengutus
23. Mioyo, opo bawah tanah
24. Monsuling, opo music
25. Muntuuntu, opo tertinggi
26. Nileyleyan, opo hulubalang
27. Pangerapan, opo cahaya
28. Panuluan, opo sinar bulan
29. Pongilatan, opo halilintar
30. Rameikahu, opo padi emas
31. Rorot, opo ketangkasan
32. Sankiou, opo kecantikan
33. Seratou, opo pemakan manusia
34. Sosowela, opo keselamatan
35. Tangkokow, opo seni suara
36. Tongkoakan, opo kemuliaan
37. Tumorongkang, opo berkah
38. Tundoon, opo pelindung tanah air
39. Walintukan, opo penentu taufan
40. Watuseke, opo perang

Opo Empung Wangko sebutan lain Tuhan yang merajai semua Roh dan Opo telah menciptakan Opo baik dan Opo jahat dan para keturunan Toar-Lumimuut dapat memilih sesuai nurani mau jadi pengikut yang mana.

Salain Opo diatas masih ada juga Opo yang menjadi pesuruh atau anak buah para Opo seperti Opo Siouw Kurur, Dia adalah salah satu dari 3 penasihat Opo Muntuuntu jaman pertamanya hidup orang Minahasa, mengemban tugas sebagai penasihat, Kurir sampai tukang Raghes (algojo pemotong kepala). Karena badannya tinggi besar dan sanggup berjalan sangat cepat dijuluki ‘opo sembilan lutut’.

Selain itu masih ada yang dibilang Opo berdasarkan fam atau Opo yang hidup pada jaman Belanda dan Permesta.

Pada tahun 1550 Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang dengan cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari Benggala India yang dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali yang dibuat dari kulit sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk menduduki benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol dapat menduduki Minahasa. Dan Opo Lolong Lasut punya anak buah Opo Burik Muda si penggemar adu ayam.

Berikut Opo Don-dokambey dari Tonsea ke Watu Pinabetengan dengan menunggang kuda belang (bata-bata).

Namun para Walian dan Tonaas yang berilmu tinggi tidak memanggil Opo yang berdasarkan fam, namun ke 40 Opo utama.

Untuk memanggil Opo ada caranya dan cara tersebut memang dirahasiakan dan hanya diwariskan secara turun temurun. Dan supaya Opo sebenarnya yang datang haruslah mempunyai segel atau kunci hanya para Walian dan Tonaas saja yang tau.

Berikut perlengkapan yang biasa dipakai untuk memanggil Opo beserta opo-opo (benda pemberian dari Opo)

Untuk cara memanggil para Opo saya tidak bisa beritahu, karena saya sendiri belum tahu caranya ada yang bisa beritahu caranya? maklum saya memang masih pemula, dalam Ilmu Shaman ini.

Opo hanya akan memberikan kekuatanya spesial dan paling tinggi kepada poyo mereka.