Asul Usul Suku Minahasa
Penulis: Ryker Marvyn

Indonesia, Sulawesi Utara, Manado. Suku asli di sana adalah Minahasa, lalu dari mana asalnya nenek moyang suku Minahasa? menurut cerita mitos, mitos adalah cerita suci, sakral dan tidak sembarang di ceritakan. Nenek moyang suku Minahasa adalah Dewi Bumi dan Dewa Matahari yang akhirnya melahirkan keturunan Minahasa, cerita ini diceritakan dalam bahasa daerah dan yang mengetahui hanyalah para Walian yang memang ditunjuk oleh Opo secara turun – temurun. Biasanya cerita ini diceritakan secara umum pada saat upacara Rumages, menjadi cerita Toar Lumimu’ut. Toar Dewa Matahari yang selalu menyinari Minahasa dan Lumimu’ut Dewi Bumi yang memberikan kesuburan pada tanah Minahasa dan keturunan.
Berikut cerita singkat tentang Mitos Minahasa yang dapat saya ceritakan karena cerita lebih lengkapnya memang hanya rahasia dan cuma di ceritakan secara turun temurun. Karena jika diceritakan akan terjadi banyak pertanyaan yang akan susah dijelaskan lebih lanjut misalnya Dewi Bumi ini pada bahasa asli Astoreth dalam Alkitab. Sayapun hanya bisa menceritakan begini saja mengenai mitos.
Lalu darimana nenek moyang Minahasa pada awal mulanya? jika cerita berdasarkan fakta?.Dari pendapat Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Cina Kuno, 1997 datang meneliti di Watu Pinawetengan. Melalui tulisan “Min Nan Tou” yang terdapat di batu itu, ia mengungkapkan, tou Minahasa merupakan turunan Raja Ming dari tanah Mongolia yang datang berimigrasi ke Minahasa. Arti dari Min Nan Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu. Namun aneh juga seperti diketahui Dinasti Ming bukanlah orang Mongolia justru Dinasti Ming adalah yang mengganti Dinasti Yuan yang dipimpin bangsa Mongol, oleh Kubilai Khan.
Berdasarkan pendapat para ahli diantaranya A.L.C Baekman dan M.B Van Der Jack yaitu berasal dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah memiki lipit Mongolia. Memang bangsa mongol terkenal dengan dengan gaya hidup berperang dengan menguasai 1/2 dunia saat dipimpin oleh Genghis Khan, dan bangsa Mongol menyebar tidak terkecuali pergi ke Manado. Persamaan dengan Mongol dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada agama asli Minahasa Shamanisme sama seperti Mongol. Dan juga dipimpin oleh Walian yang langsung dimasuki oleh opo. Agama Shamanisme ini memang dipegang teguh secara turun temurun oleh suku Mongol. Dapat dilihat juga di Kalimantan Dayak, dan Korea.
Namun memang orang Minahasa sudah tidak murni dari Mongol saja, namun sudah campuran Spanyol, Portugis, dan Belanda yang diketahui keturunan Yahudi, namun lebih dipengaruhi oleh Kristen. Sebenarnya aslinya Suku Minahasa dari Mongol yang terkenal dengan kehebatan perang, dan Yahudi yang terkenal dengan kecerdasannya. Memang Belanda sebagi Yahudi yang masuk ke Indonesia hanya mendirikan 1 tempat ibadah di Indonesia silahkan lihat Sinagog di Tondano
Seperti kita tahu Manado dalam prosesnya oleh Indonesia dibilang bangsa asing karena sangat dimanja oleh Belanda dan Sekutu. Serta sangat berbeda dengan ciri orang Indonesia pada umumnya.
Suku Minahasa terbagi atas sembilan subsuku:
- Babontehu
- Bantik
- Pasan Ratahan (Tounpakewa)
- Ponosakan
- Tonsea
- Tontemboan
- Toulour
- Tonsawang
- Tombulu
Nama Minahasa mengandung suatu kesepakatan mulia dari para leluhur melalui musyarawarah dengan ikrar bahwa segenap tou Minahasa dan keturunannya akan selalu seia sekata dalam semangat budaya Sitou Timou Tumou Tou. Dengan kata lain tou Minahasa akan tetap bersatu (maesa) dimanapun ia berada dengan dilandasi sifat maesa-esaan (saling bersatu, seia sekata), maleo-leosan (saling mengasihi dan menyayangi), magenang-genangan (saling mengingat), malinga-lingaan (saling mendengar), masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang). Inilah landasan satu kesatuan tou Minahasa yang kesemuanya bersumber dari nilai-nilai tradisi budaya asli Minahasa (Richard Leirissa, Manusia Minahasa, 1995).
Jadi walaupun orang Minahasa ada di mana saja pada akhirnya akan kembali dan bersatu, waktu itu akan terjadi pada akhir jaman, yang tidak seorangpun yang tau. Seperti Opo Karema pernah kasih amanat “Keturunan kalian akan hidup terpisah oleh gunung dan hutan rimba. Namun, akan tetap ada kemauan untuk bersatu dan berjaya.”
No related posts.







































Yahudi di Minahasa memang kena imbas Kristenisasi
hidup minahasaku , minahasamu,, minahasa kita semua…
VIVA Minahasa
kapan nih yang di Amrik pada pulang kampong. suku Indonesia terbanyak di AS kan Minahasa
Kalo pulang ka manado kase kabar…
lebih lestarikan lagi budaya minahasa,karena sudah hampir hilang
Sekedar koreksi bahwa Mongolia itu berada di tengah-tenganh benua Asia dan bukan sebuah pulau ….. jadi .. pendapat di atas yang menyatakan arti dari Min Nan Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu”” mungkin kurang tepat.
Sekedar informasi … Min-Nan .. adalah suatu propinsi bagian tenggara dari Negara Cina (Propinsi Fujian) artinya Min bagian selatan (Southren Min).
Sedangkan bahasa Min Nan atau “Min Nan Hua” merupakan bahasa2 yg terdiri atas bahasa Hokian, Amoy(Taiwan), Tiochie dan Hainan.
Satu hal unik yang terkait dengan hal ini …adalah kata atau sebutan untuk “B4bi” dalam dialek Min Nan adalah “Ti” sedangkan dalam bahasa Minahasa Tua adalah “Tiey”. Sedangkan dalam bahasa Proto Melayu Polinesia yang merupakan cikal bakal bahasa-bahasa di Nusantara .. kata untuk “Babi” adalah “babuy” atau “berek” untuk babi ternak. Entah apakah ada korelasi antara “Ti” dan “Tiey” ini …who knows?
Yang jelas orang Minahasa secara genetik memiliki keunikan dibanding dengan penduduk Indonesia Lainnya. Penelitian S.M Husein (1998:181) menyatakan bahwa orang Minahasa, Sunda dan Dayak tidak memiliki FRAXAC1 allele 110 dan 112bp seperti halnya yang dimiliki oleh etnis lainnya di Indonesia
@billy
itu cuman merangkum dari tulisan yg sudah ada sebelumnya dengan tidak lupa memberitahukan sumbernya berupa link yang dapat di klik.
thx atas koreksinya… Saya juga kurang tau
anda benar cerdas sampai mengetahui sedemikian dalam tentang bahasa… boleh tau Billy bisa perkenalkan diri lebih jelas biar saya bisa lebih tau tentang anda.
minahasa tumpa darahku,I YAYAT U SANTI
DI CARI!!!!
generasi muda minahasa yang mempunyai jiwa keMinahasaan yang tinggi dan idealis yang mau berbuat untuk Tanah Tercinta Tanah Toar Lumimuut dalam Rangka Tou Minahasa menghadapi era globalisasi.
Saya pada saat ini bersama sama dengan teman-teman sedang mendirikan satu organisasi dengan nama PERSATUAN PEMUDA MINAHASA RAYA. Tujuan organisasi ini adalah sebagai berikut:
1. Mempersatukan seluruh elemen pemuda MINAHASA.
2. Mengangkat kembali nilai2 Budaya dan Pariwisata MINAHASA.
3. Memperjuangkan Sumber Daya Manusia MINAHASA.
4. Peduli akan Lingkungan tanah MINAHASA.
Sasaran: GENERASI MUDA MINAHASA YANG MASIH KURANG PEDULI AKAN PERSATUAN MINAHASA, AGAR BISA MENJADI GENERASI MUDA YANG MEMPUNYAI JIWA KEMINAHASAAN YG TINGGI.
JIKA BERMINAT ADD DI EMAIL,FS ATAU FACE BOOK SAYA D/A:
http://www.ME3CO_AMS@yahoo.com
Lumayan juga msk kesini bisa nambah pengetahuan ttg minahasa.. Ada satu pertanyaan ttg bahasa.. Berapa banyak sih bahasa daerah minahasa? Karena ada yg bilang banyak sekali, ada yg bilang cuma 4. Tolong infonya Omm Ryker
Thanks
baru tau kalo di manado ada yahudinya.
I jajat u santi
Minahasa banyak Yahudinya. Baru sekarang aja terbuka ‘aseli’nya, krn dulu orang2 Yahudi yg masuk ke Minahasa cuma dikenal sebagai orang Belanda, Spanyol dan Portuguese. But in fact they were Jews from Holland, Spain and Portugal…
voila..
Lokasi Sinagog Beth Hashem bukan di Tondano, tetapi di Manado.
@Wulan dari dulu uda terbuka kok perusahaan dagang belanda VOC kan memang Yahudi
cuman emang lebih di kenal Belanda.
@Abraham Di manado?? di mana alamatnya? klo di Tondano si emang uda jelas ada saya uda masuk dan bisa di lihat foto2 di atas. Klo ngomong harus berdasar dan ada bukti donk
Is that right that VOC was already known as a “Jewish enterprise’? wah baru skarang saya tau itu. Thanks heaps for the information. Dan betul, Beth Hashem Synagogue memang di Tondano. Boleh tanya Ryker? Apakah anda juga keturunan Yahudi? Posisi di mana saat ini?
@wulan posisi di jakarta
soal saya keturunan atau bukan ga boleh di ceritakan maklum di sini yahudi masih konotasi negatif
I yayat U Santi…. Uuuuuhhhhhuuuuuu…..
sudah saat nya masyarakat minahasa bersatu….
I YAYAT U SANTI…
Yang ngaku muda-mudi Minahasa, yuk gabung di PERSATUAN PEMUDA MINAHASA RAYA (PPMR)
,,,upzzz yg pasti minahasa suku yg slalu ku banggakan,krna di sanalah aku di besarkan,,HIDUP MINAHASA KU
pa katu en pakalawiren…..
paka tangan torang samua…
for torang p minahasa
Orang minahasa punya nilai kebudayaan yg tinggi, soal dia punya keturunan Yahudi,Mongolia,atau campuran dari daerah manasaja itu tidak jadi soal yang penting bagaimana kita bersama sama membangun bangsa dan negara indonesia ini menjadi satu kesatuan yang erat saling menghargai antara sesama suku,daerah dimana kita tinggal karena kita semua pasti tahu bawa orang Manado adadimana-mana di negri tercinta INDONESIA.
Bantik maso sub suku minahasa so???
bukannya pengungsian dari pulau yang tenggelam???
SEJARAH MINAHASA MEMANG MASI TANDA TANYA, MANA YANG BENAR DAN YANG KURANG BENAR,MEMANG KALAU KITA LIHAT RITUAL-RIRUAL YANG DI JALAN KAN OLEH ORANG-ORANG ,TIONGHOA ADA BANYAK KESAMAAN, JADI KEMUNGKINAN BESAR DOTU – DOTU MINAHASA ATAU LELUHUR,MEMANG ADA DARAH ORANG TIONGHOA ,KT LIHAT SAJA ACARA – ACARA ATAU RITUAL CAP GOMEH (TAPIKONG) KAN BANYAK KESAMAAN DAN BANYAK ORANG – ORANG PRI BUMI BOLEH JADI BADAN KASAR ATAU TANG SIN JADI KITA NILAI SAJA MASING – MASING .MINTA MAAF,APA BILA ADA KESALAHAN. TOLONG DI KOREKSI,SHIAN CHAI.(TRIMA KASI)
Menurut cerita rakyat, bumi Tampunganglawo yang kini disebut pulau Sangihe Besar, ratusan abad yang lalu, daratannya bersambung dengan pulau-pulau kecil mulai dari p. Lipaeng, p. Kawaluso, p. Matutuang, p. Memanu, p. Komboleng, p. Kawio, p. Marore, p. Marulung (p. Balut) dan ujung paling Utara Barat Laut, p. Sahenganeng (p. Saranggani).
Pemukiman Suku Bantik dulu yang bernama Kaluwulang berada di bumi Tampunganglawo ini, yaitu diantara napong Ehise (beting-putih) dengan p. Marulung. Tapi karena daratan Tampunganglawo bagian Utara Barat Laut tenggelam, maka Suku Bantik untuk sementara waktu mengungsi ke daratan Talaud, lalu berpindah tempat dan mendiami pesisir Barat sepanjang pantai Sulawesi Utara, lainnya ke Mindanao Selatan, sedang yang kondisi tubuhnya lemah, berdiam terus di Talaud.
Cerita rakyat ini sama dengan analisa seorang ahli gunung api, Ir. Hadikoesoemo yang pada tahun 1949 memeriksa keadaan gunung Awu Tahuna-Kolongan. Beliau sementara mendaki ke gunung, lalu menunjuk ke arah Utara dan berkata, bahwa pulau-pulau yang berjejer kebawah itu (maksudnya p. Lipaeng dan seterusnya) zaman dulu kala adalah puncak-puncak gunung tinggi, yang daratannya bersambungan dengan pulau Sangir Besar ini. Ditambahkannya, bahwa bagian yang terbesar daratan, sudah tenggelam ke dasar laut, akibat dari letusan gunung api dahsyat yang terjadi beberapa kali.
e…. informasi yg bagus.
kenapa tidak bisa dijelaskan lebih lanjut ?
karena saya sangat butuh untuk tugas sekolah
-terimakasih-
Saya cari informasi ttg suku Borgo, katanya dari Minahasa, ada yang punya informasinya???
SHALOM ALAIKA…
saya seorang keturunan Minahasa dari ayah saya, saya tinggal di jawa terpisah dari saudara sesuku saya..
mungkin esok, kelak atau lusa saya akan pulang ke kampung halaman saya.
Pa kita bisa hidup cuma lantaran Yeshua pe bae buat pa kita samua..
hidup minahasa…jaya…minahasa