Jul 19, 2013

Dunia ini penuh dengan kejadian menakjubkan yang terjadi secara kebetulan dan memiliki hubungan satu dengan lainnya yang tidak dapat dijelaskan dengan nalar manusia. Berikut ini kisah nyata luar biasa yang terjadi secara kebetulan...atau memang sudah takdir terjadi demikian (who knows?).

Sepasang saudara kembar berkewarganegaraan Finlandia, 71 tahun, tewas dalam kecelakaan sepeda. Uniknya, mereka tewas dijalan yang sama, memakai sepeda yang mirip, tapi selang kejadiannya dua jam setelah si kembar pertama meninggal. "Ini merupakan sebuah kejadian kebetulan yang bersejarah. Meskipun jalanan begitu ramai, kecelakaan tidak terjadi setiap hari," kata perwira polisi Marja-Leena Huhtala Reuters. "Bulu kuduk ku berdiri ketika mendengar bahwa ternyata keduanya merupakan saudara, bahkan kembar identik. Aku berpikir ini mungkin sudah kehendak Yang Di Atas, " katanya lagi.

Kembar identik. Kecelakaan identik. Kematian identik. Dua jam terpisah. Kejadian kebetulan yang menakjubkan ini dilaporkan di berbagai suratkabar dan media elektronik di berbagai penjuru dunia pada tahun 2002. Peluang terjadinya kejadian tersebut sangat amat kecil, yang membuat orang bertanya-tanya meski untuk sejenak, apakah ada "sesuatu" pada kejadian ini atau memang sekedar takdir?

Sejarah memang penuh dengan hal-hal yang menakjubkan dan bahkan kejadian-kejadian yang cukup aneh sering terjadi, yang membuat kita sering berpikir dan menggaruk-garuk kepala saking takjubnya. Berikut ini merupakan beberapa contoh lainnya.

1. Kejadian saudara bukan kembar ditabrak taksi yang sama

Kejadiannya mirip dengan kejadian di atas, namun korbannya bukanlah saudara kembar. Pada tahun 1975, seorang pemuda yang sedang mengendarai motor, tewas ditabrak oleh taxi. Satu tahun kemudian, saudaranya meninggal dengan kejadian yang sama persis. Bahkan, saudaranya tersebut ditabrak oleh taxi yang sama saat mengendarai sepeda motor yang sama. Lebih anehnya lagi, sang pengemudi taxi bahkan orang yang sama, dan penumpang yang di bawanya orang yang sama juga seperti tahun lalu.
(Phenomena: A Book of Wonders, John Michell and Robert J. M. Rickard)

 

2. Aksi Penyelamatan Biksu Misterius

Joseph Aigner merupakan seorang pelukis potret yang cukup terkenal di Austria pada abad ke-19, yang kehidupannya tampaknya kurang bahagia: dia beberapa kali mencoba untuk bunuh diri.
Percobaan pertama pada usia 18 tahun, saat dia mencoba menggantung diri, tapi digagalkan oleh kemunculan seorang biksu Capuchin yang misterius. Pada usia 22 tahun, dia mencoba gantung diri lagi, dan lagi-lagi sosok biksu misterius tersebutlah yang menyelamatkannya. Delapan tahun kemudian, kematiannya diperintahkan oleh orang lain yang memvonisnya ke tiang gantung karena tindakan politiknya. Namun, lagi-lagi hidupnya dieslamatkan oleh orang yang sama. Pada usia 68 tahun, Aiger akhirnya "berhasil" membunuh dirinya sendiri, namun kali ini lewat pistol, bukan lagi tali gantungan. Acara pemakamannya dipimpin oleh biksu Capuchin yang sama - seorang pria yang namanya Aiger bahkan tidak pernah tahu.
(Ripley's Giant Book of Believe It or Not!)

3. Kemenangan Pemilik yang Sah

ada tahun 1958, Robert Fallon ditembak mati oleh rekannya sesama pemain poker saat sedang bermain. Rekannya itu menduga Fallon memenangkan $600 lewat cara curang. Karena Fallon sudah tewas, dan kursinya kosong, mereka mencari pemain pengganti. Mereka menemukan seseorang yang bersedia melanjutkan permainan dan memberikan $600-nya Fallon kepada pemain baru tersebut. Pada saat polisi tiba di TKP untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, si pemain pengganti tersebut sudah menggandakan uang $600-nya menjadi $2200. Polisi meminta uang $600 milik Fallon untuk diberikan kepada ahli warisnya, sebagai pemilik yang sah. Dan ternyata kemudian diselidiki bahwa si pemain pengganti tersebut merupakan anak Fallon, yang sudah tidak bertemu dengan ayahnya selama tujuh tahun.
(Ripley's Giant Book of Believe It or Not!)

Pada tahun 1920, tiga pria Inggris bepergian secara terpisah menuju Peru menaiki kereta yang sama. Perkenalan mereka terjadi di sebuah gerbong yang hanya mereka bertiga saja penumpang yang ada di sana. Perkenalan mereka itu membuat masing-masing mereka terkejut, karena
Pria pertama memiliki nama belakang Powell, pria kedua memiliki nama belakang Bingham, dan pria ketiga memiliki nama Bingham-Powell. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki keterkaitan secara garis kekeluargaan.
(Mysteries of the Unexplained)

4. Tiga Orang Asing di Sebuah Kereta

Pada tahun 1920, tiga pria Inggris bepergian secara terpisah menuju Peru menaiki kereta yang sama. Perkenalan mereka terjadi di sebuah gerbong yang hanya mereka bertiga saja penumpang yang ada di sana. Perkenalan mereka itu membuat masing-masing mereka terkejut, karena
Pria pertama memiliki nama belakang Powell, pria kedua memiliki nama belakang Bingham, dan pria ketiga memiliki nama Bingham-Powell. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki keterkaitan secara garis kekeluargaan.
(Mysteries of the Unexplained)

5. Hujan Bayi:

Di Detroit sekitar tahun 1930-an, seorang ibu muda (yang mungkin sangat ceroboh) sangat beruntung dan sangat berterimakasih kepada seorang pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang menyusuri jalan, bayi ibu tersebut jatuh lewat jendela mengarah ke Figlock. Untungnya Figlock dan si bayi tidak terluka parah.Setahun kemudian, bayi yang sama jatuh lewat jendela mengarah ke Figlock yang kasihan yang sedang melintas di bawah. Untungnya mereka berdua selamat lagi.
(Mysteries of the Unexplained)

 6. Temuan Di Hotel yang "Tertukar":

Pada tahun 1953, seorang reporter televisi, Irv Kurcinet, berada di London untuk meliput berita pelantikan Ratu Elizabeth II. Di salah satu laci di kamarnya, di Savoy, dia menemukan beberapa barang, yang setelaha diidentifikasi, merupakan milik seseorang yang bernama Harry Hannin. Kebetulan, Harry Hannin-seorang atlet bintang basket klub Harlem Globetrotters - merupakan teman baik Kurcinet. Dua hari berselang, setelah Kurcinet menceritakan temuannya itu pada sahabatnya, dia menerima surat dari Hannin yang mengatakan pada Kurcinet bahwa sewaktu ia tinggal di Hotel Meurice di Paris, dia menemukan di laci sebuah dasi - dengan nama Kurcinet di atasnya!
(Mysteries of the Unexplained)

7. Paging Mr. Bryson:

Sewaktu melakukan perjalanan bisinisnya di akhir 1950-an Mr George D. Bryson berhenti dan ingin beristirahat di Hotel Brown, di Louisville, Kentucky. Setelah melakukan registrasi dan menerima kunci kamarnya, 307, dia berhenti di meja surat hanya untuk iseng2 menanyakan apakah ada surat untuknya (padahal itu merupakan kali pertama dia menginap di hotel tersebut). Dan tanpa diduga, sang resepsionis menyerahkan surat yang ditujukan pada Mr George D. Bryson, Ruang 307.
"Setelah diselidiki, ternyata penghuni sebelumnya kamar 307 adalah George D. Bryson yang lain, yang bekerja di sebuah perusahaan di Montreal." (Dari Seri Supernatural, dalam buku "Magic Words and Numbers," oleh Stuart Holroyd , diterbitkan 1975 oleh Danbury Press, sebuah divisi dari Grolier Enterprises, Inc)

8. Anak Kembar, Kehidupan Kembar:

Kisah-kisah kehidupan kembar identik / hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih menakjubkan dari kembar identik yang lahir di Ohio ini. Cerita dari saudara kembar yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak kenal satu sama lain, kedua keluarga angkat tersebut memberi nama si kembar, James. Dan di sini kebetulannya dimulai. Kedua James tumbuh bahkan tidak tahu yang lain, namun keduanya mencari pelatihan penegakan hukum, keduanya memiliki kemampuan dalam menggambar mekanik dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda. Keduanya memiliki anak yang satu bernama James Alan dan yang lain bernama James Allan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain - keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. Empat puluh tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang serupa. (Readers Digest, January 1980)

9. Dendam Peluru:

Henry Ziegland mengira ia telah menghindari nasib. Pada tahun 1883, ia memutuskan hubungan dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Saudara gadis itu (abangnya) sangat marah kemudian memburu Ziegland dan menembaknya. Sang abang, yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Tapi Ziegland tidak terbunuh. Peluru itu, pada kenyataannya, hanya menyerempet wajahnya dan nyantol di pohon. Ziegland pasti menganggap dirinya pria yang beruntung. Beberapa tahun kemudian, bagaimanapun, Ziegland memutuskan untuk menebang pohon besar, yang masih memiliki peluru itu di dalamnya. Tugas itu tampak begitu hebat bahwa ia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit. Ledakan dinamit itu membuat peluru yang ada di pohon meluncur mengenai kepala Ziegland dan menewaskan dirinya.

10. Masa Kanak-Kanak yang Kembali:

Sewaktu novelis Amerika, Anne Parrish mencari toko buku di Paris pada tahun 1920, ia menemukan sebuah buku yang merupakan salah satu buku favorit masa kecilnya - Jack Frost dan Cerita Lainnya (Jack Frost and Other Stories). Dia mengambil buku tua itu dan menunjukkannya pada suaminya, dia mengatakan kepadanya ini merupakan buku yang dia sukai yang membuatnya mengenang masa kanak-kanaknya. Suaminya mengambil buku itu, membukanya, dan menemukan di halaman terdepan tertulis: ". Anne Parrish, 209 N. Weber Street, Colorado Springs" Buku itu merupakan buku Anne sendiri. (While Rome Burns, Alexander Wollcott)

11. Akhirnya Kisah Anak Kembar Lagi:

John dan Arthur Mowforth adalah saudara kembar yang tinggal terpisah sekitar 80 mil di Inggris. Pada malam 22 Mei 1975, keduanya mengalami nyeri dada. Keluarga angkat dari kedua anak itu sama sekali tidak menyadari adanya penyakit lain. Keduanya dilarikan ke rumah sakit terpisah kira-kira pada waktu yang sama. Dan keduanya meninggal karena serangan jantung, sesaat setelah tiba di rumah sakit
(Chronogenetics: The Inheretance of Biological Time, Luigi Gedda and Gianni Brenci).

Jul 14, 2013

Makarua Siouw

1 comments

B Owl Pentacle Makarua Siouw (rua = dua, siouw = Sembilan)

Pemerintahan purba dinamakan Makarua Siouw (2X9), dan nama-nama 18 leluhur kelompok

  1. MANDEI, seorang prajurit petani dengan istrinya rawenbene serta anak lelakinya adalah PORONG PUREKET, LINEMOUW UMBENE, NGIRI NGIRIAN, KASO’ON, dan RORONG KERE ; pergi menetap di Lomparen
  2. PINONTOAN adalah prajurit petani pandai besi dengan istrinya KATI AMBILINGAN, dan anak lelaki, RARANG PONGAYOW, TUMUNDO, WORANG WATA, TU’AH dan anak perempuan WARANGKIRAN dan WINURONTON, mereka menuju kaki gunung lokon.
  3. RUMENGAN, seorang prajurit petani pandai besi. Istrinya katiwey, serta anak laki laki TOTOKAI, WALASENDOW, MASININDENG, SININDENGAN, anak perempuannya, KOURENSIA bersuami PANGERAPAN dari tg.Pulisan mereka menetap di Mahawu.
  4. MANARANGSANG, seorang ahli bertani pemimpin upacara persembahan kurban ; istrinya bernama WINENE’AN mempunyai 11 anak.
  5. KUMIWEL, seorang pria berperangai pemarah, dukun obat penyakit : istrinya bernama PAI’IZANGEN, beranak lelaki MENANAKUL, MAMISAN dan MENGANGALUK ; pergi menetap di Kurangan dekat Tula’u Sarongsong
  6. LOLOLING banyak akal, ahli ramuan tanaman. Loling (artinya telinga babi); istrinya bernama RINEROTAN, anak lelakinya bernama LOKON WOROTIKAN, dan anak perempuan bernama INAMUZAN dan TUMAMIEY ; pergi menetap di wilayah Muung, Tomohon
  7. MAKALIWEY, juga di sebut dewa pohon enau; keluarganya pergi ke wilayah yang sekarang bernama mangondouw dan turunannya SUAWA pergi di suatu tempat yang bernama gorontalo
  8. MANGALU’UN (Kalu’un  artinya upacara tarian Sembilan orang gadis), Tukang kayu ahli membuat perahu, juga di sebut PANDEI LONDEI; istrinya bernama PINU’PURAN,  anak lelakinya RAWUNG PONTOH dan MANIKOLOR, pergi menetap di tewasen amurang.
  9. MANAMBEKA (dewa angin utara), pemimpin upacara membuat api unggun dengan kayu bakar sembeka, kayu bakar di tepi pantai; istrinya bernama WINENE’AN, beranak MANGANGIRON, menuju pantai utara minahasa Likupang sampai P.Siauw.
  10. MANAMBEANG (dewa angin timur) ke pantai timur minahasa
  11. MANAWA’ANG (dewa angin selatan) menuju selatan gunung wulur mahatus. Tawaang adalah pohon tanda batas tanda wilayah; anak dan istri tidak diketahui
  12. MANALEA (dewa angin barat) menuju pantai Barat Minahasa dan menetap di Tanawangko, anak dan istri tidak diketahui
  13. TOTOKAI, sebagai panglima perang seluruh jasirah Minahasa. Hanya dia yang boleh menggunakan hiasan daun-daunan seperti tawaang, ririndeng, werot, dana sarayar dibadannya; istrinya bernama TOMBARIAN, anak lelakinya PORONG SULING, SUMANTI, dan PORONG TOTOKAI; keluarga ini berkedudukan di Senduk Tanawangko.
  14. TINGKULENDENG, ahli bunyi bunyian, seperti mendengar arti bunyi burung, ahli bangunan kayu, dewa music kolintang kayu, beristri WOWORIEY, anak lelakinya SOKO, TUMEWANG TUMEWAS, TUMERUNG dan PANGKEY. Keluarga ini menetap di Woloan di kaki G.Lokon
  15. Soputan, berperangai galak, ahli pandai besi. Istrinya bernama PARIWUAN, anak lelakinya semua pandai besi, yakni LUMA’AK WATU, MENGKU ENGKU, RUMIKELUNG, TUMONGKO RERIS, LUMENGDENG WATU, WATU LUMAYAS, dan TUPA’LANGIT ; anak perempuannya KAWERUAN dan KATIMBAWAN ; mereka menuju ke gunung yang kemudian di namakan SOPUTAN.
  16. MAKAWALANG, ahli berburu babi hutan dan sapi hutan (anoa). Namanya berasal dari kata Kewal (artinya rotan) ; istrinya bernama TARETINIMBANG, anak lelakinya bernama KAPU’NA WURI dan KAPUNA PUNTI, anak perempuannya SALAMERO dan TOULAHUNUI. Keluarga ini memilih tempat tinggal di dalam sebuah Gua di kaki Gunung Mahawu
  17. WINAWATAN, suka memimpin peperangan ; istrinya bernama MANGINDANAUWAN, anak lelakinya semua prajurit perang : DAKIAN, SUMANTI, TINURAS, MANEMBIR, dan TONDEIWARONGAN, keluarga ini memilih tinggal di Paniki
  18. KUMAMBONG, pemimpin upacara agama purba yang suka mengembara ke pulau-pulau Nusa Utara. Mempunyai dua orang istri yakni MONGILAUWAN dan INAWATAN; anak lelaki dari INAWATAN bernama ROYOR dan RO’OR ; bertempat tinggal di pantai Tondano sekitar atep, kapataran.
Kabanasa

Kabanasa roh halus yg dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat Minahasa ditakuti karena di anggap setan atau hantu yg mengganggu atau pembawa petaka. Karena Kabanasa yang belum "jinak" cenderung menculik warga desa dari remaja sampai pria dewasa (pada umumnya laki-laki yang diculik). Namun ada banyak juga yg percaya Kabanasa adalah spirit yg dapat membantu dalam mencapai kesuksesan hidup, sahabat, pendamping hidup, pengetahuan, umur panjang dan pelindung.

Tidak jelas wujud Kabanasa seperti apa dan apa itu Kabanasa tapi banyak yg menyamakan Kabanasa dengan Anjing Merah yg bisa terbang atau ada yg menyebut Rubah terbang. Masyarakat bantik terkadang menyebut Kohotei yg menurut legenda Anjing merah piaraan Kombangen yg membantu membunuh musuhnya bajak laut Mamambenteng Lraodo dengan cara menggigit kemaluan Mamambenteng Lraodo.

Kabanasa sering disamakan dengan Rubah terbang yang menggangu dan menculik warga desa dari remaja sampai pria dewasa (pada umumnya laki-laki yang diculik). Cerita ini mirip sekali cerita tentang Setan Rubah di berbagai cerita rakyat asia pada umumnya makhluk super bijak dan serba tahu karena umurnya yg sudah tua. Dipercaya jika Kabanasa diberikan sejenis tanaman alang-alang yang tumbuh di dekat air, daun yang lebar, atau tengkorak maka dia bisa berubah wujud menjadi manusia biasanya menjadi wanita yg cantik.

Beberapa praktisi Supranatural juga ada yg memakai Kabanasa untuk hal buruk seperti menyerang musuh dia sehingga sakit, mencuri uang dari rumah tetangga, balik mata menipu penglihatan orang yang menerima pembayaran dengan sihir. Emas, uang, atau batu permata yang diterima sebenarnya hanya kertas bekas, daun-daunan, cabang dan ranting, batu, atau benda-benda sejenis. Membuat orang kerasukan. membuat halusinasi, merasa terbakar, bengong, gelisah, menghindari tatapan mata orang lain atau kematian. 

Dalam cerita dari mulut kemulut anak-anak kecil di Minahasa di ajarkan cara untuk memanggil atau berkomunikasi dengan Kabanasa: 
- Cara memanggilnya dengan tempurung kelapa dan sebatang kayu lalu di ketukan berulang kali dan di lakukan di area kuburan sepi atau hutan, bila terasa hawa yang sangat dingin,tengoklah ke atas akan terlihat mahluk besar dan bersayap yg berwarna hitam, putih, merah dan bermata merah menyala.
- Cara menangkalnya siapkan kayu "belo" kemudian pukul mahluk itu menggunakan kayu belo dia akan pergi meninggalkan anda. Jika anda mujur anda bisa mendapat seperti batu mutiara yg biasa di bawa-bawa dia akan terjatuh.





Pulau-pulau kecil antara Sulawesi dan Filipina didiami oleh kelompok masyarakat yang bernama Suku Sangir (Sangihe) Talaud.
Tokoh masyarakat Sangihe Talaud menuturkan bahwa suku Sangihe Talaud dulunya merupakan beberapa kelompok pendatang yang menjadi satu suku yang bernama Sangihe Talaud. Suku-suku pendatang tersebut ialah  Apapuang yang konon ceritanya berasal dari Bangsa Negrito, Saranggani, Mindanao Selatan, daratan Merano, Mindanao Tengah,  Kepulauan Sulu (sebagian kecil adalah raksasa), dan yang terakhir Kedatuan Bowentehu dan Manado Tua, di mana ras ini berasal dari Molibagu (Bolangitam).
Suku Sangir Talaud telah telah ada ribuan tahun Sebelum Masehi. Mereka  hidup dan bertahan di pulau-pulau antara Sulawesi dan Filipina. Sebuah kajian antropologi kebudayaan menjelaskan bahwa orang Sangihe Talaud merupakan manusia berbahasa Melanesia. Pada 40.000 tahun SM merek bermigrasi dari Asia. Pada tahun sekitar 3000 tahun SM bermigrasi pula dari Formosa yang berbahasa Austronesia ke Sangihe Talaud.
Penemuan terbaru yang lebih mengejutkan yang berhasil mematahkan terori linguistik di atas, adalah adanya kemungkinan nenek moyang seluruh klan di Indonesia berasal dari Nias-Mentawai, dengan ciri gen dari masa yang lebih tua sebelum migrasi Formosa.
Folklor yang beredar di masyarakat mengenai nenek moyang Sangihe Talaud ialah seperti seperti pengakuan adanya para Pendatang (Homo sapiens) atau dalam bahasa setempat disebut sebagai Ampuang (manusia biasa). Selain Ampuang, ada dua jenis manusia lain yang telah ada di sana dari masa sebelumnya, yaitu Ansuang (raksasa) dan Apapuhang (manusia kerdil). Dua jenis manusia itu, belum bisa dibuktikan secara ilmiah, karena mereka masih terbatas pada kepercayaan dengan adanya beberapa artefak bekas kaki dalam ukuran besar yang terpahat di bebatuan.
Sejumlah legenda pun ikut memperkaya kesimpangsiuran jejak asal muasal manusia Sangihe Talaud. Dari kepercayaan turun-temurun. Pulau-pulau Sangihe Talaud konon tercipta dari air mata seorang bidadari. Dari bidadari inilah manusia Sangihe dilahirkan. Ini sebabnya nama Sangihe itu berasal dari kata Sangi (tagis). Di pulau-pulaud Talaud, penyebutan Porodisa untuk kawasan itu justru dikaitkan dengan anggapan dimana manusia Talaud adalah keturunan Wando Ruata, yaitu seorang manusia gaib yang berasal dari Surga. Padahal kata Porodisa menurut teori linguistic justru merupakan mutasi neurologist bahasa lisan dari bahasa Spanyol: Paradiso (surga). Kata Sangi di Sangihe sendiri merupakan mutasi dari kata Melayu: tangis.
Beredar juga cerita tentang manusia yang berasal dari telur buaya. Ada juga yang beranggapan terjadi dari evolusi pelepah pisang secara mistis menjadi manusia. Kepercayaan terhadap dewa dewi dan system nilai budaya orang Sangihe Talaud ini menujukan adanya persinggung dengan system nilai di tempat lain seperti teori keseimbangan alam, memiliki kesamaan dengan teori Fun She dan Esho Funi dalam pemahaman Hindu kuno. Kepercayaan “Manna” atau kepercayaan terhadap adanya kekuatan mekanis dalam alam yang mempengaruhi kehidupan manusia, bukan tidak mungkin merupakan interpretasi lain akibat mutasi dari pemahaman kaum semitik akan Tuhan. Demikian pula dengan budaya ritual persembahan kurban yang mengunakan symbol darah Manusia yang di pukul sampai mati.
Dibalik itu semua masyarakat Sangir mempercayai asal mula mereka dari Salah satu anak Toar Lumimuut yang terkenal karena nakal/bandel pada akhirnya pergi. Ada yg menyebut adik dari Siouw Kurrur manusia Raksasa 9 buku sekali melangkah 9 gunung dapat dia lewati. Beberapa orang sana yg sakti dipercaya dikutuk oleh leluhur karena bandel akibatnya mereka mempunyai penyakit kulit yg sering disebut bakado.
Manusia Sangihe Talaud sejak masa purba, juga mengakui adanya zat suci pencipta alam semesta dan manusia yang di sebut “Doeata, Ruata”, juga dinamakan ”Ghenggona”. Di bawahnya, bertahta banyak roh Ompung (Roh penguasa laut), dan Empung (roh penguasa daratan). Dewa-dewi ini berhadirat di gunung dan lembah-lembah, di laut, di sehamparan karang. Di cerocok dan tanjung. Di pohon, dan dalam angin. Di cahaya, bahkan bisikan bayu. Di segala tempat, ruang, dan suasana. Kendati begitu, eksplorasi yang lebih ilmiah terhadap asal usul manusia Sangihe Talaud, yang telah ada saat ini baru sebatas dari masa abad ke 14. Bermula pada periode Migrasi Kerajaan Bowontehu 1399-1500. Disusul periode Invasi Minahasa bersama Spanyol Portugis 1500-1678. Dan terakhir periode kerajaan-kerajaan Sangihe Talaud dari 1425-1951.
Gumansalangi (Upung Dellu) sebagai Kulano tertua kerajaan Tabukan atau Tampunglawo, yang bermukim di gunung Sahendarumang bersama Ondoasa (Sangiang Killa), istrinya, adalah anak dari Humansandulage bersama istrinya Tendensehiwu, yang mendarat di Bowontehu pada awal mula migrasi Bowontehu, Desember 1399. Mereka melakukan pelayaran dari Molibagu melalui Pulau Ruang, Tagulandang, Biaro, Siau terus ke Mangindano (Mindanau-Filipina), kemudian balik ke pulau Sangir – Kauhis dan mendaki gunung Sahendarumang, dimana mereka dan para pengikut mendirikan kerajaan Tampunglawo sebagai kerajaan tertua di Tabukan, yang pada periode kemudian melebar hingga ke seluruh kawasan kepulauan Sangihe dan Talaud.
Sementara Bulango bermigrasi dari Bowontehu pada 1570 menuju Tagulandang dimana anaknya bernama ratu Lohoraung mendirikan kerajaan Tagulandang di pulau itu bersama para pengikutnya.
Adapun salah satu ritual suku ini ialah bahwa setiap tahun secara rutin melakukan upacara ritual sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta yang telah menganugerahkan isi semesta alam. Salah seorang totok budaya adat Sangihe Talaud Brury Lahinda (63), mengisahkan sekitar abad 17, nenek moyang dari suku Sangihe Talaud percaya dengan arwah di mana ada roh halus (Kabanasa) untuk menjadi sahabat, bahkan pelindung.
Sesajen yang berupa makanan, benda berharga, hewan dan manusia, secara rutin dalam setiap pergantian tahun pada tengah malam wajib diberikan untuk menjaga dampak akan terjadinya bencana alam dan wabah penyakit melalui upacara Tulude, dengan membacakan mantra "Bawera" tuturnya. Masuknya agama kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa membuat ritual tidak lagi menggunakan sesajen berbentuk manusia.