Mar 11, 2012

TAKAN KUGADAI (Kiriman Angli Pangau)
20 Mei 2010
Identitas diri memungkinkan kita tuk dapat dikenali asal usulnya oleh orang lain..
Selaku tuan rumah di negri sendiri tentulah akan wajar marah, ketika apa yg menjadi kebanggaannya selama ini dilecehkan oleh orang lain.. apalagi yg melecehkan itu justru datangnya dari seseorang yg cuma datang bertamu di negri kita...
Sungguh sangat memiriskan rasa,apa yg telah kita beri sebagai wujud rasa hormat kita sebagai tuan rumah yg santun terhadap sang tamunya ,hal itu sedikitpun tak dihargai oleh tamunya.....
Dimanakah identitas ke banggaan dan kehormatan serta harga diri kita selaku tuan rumah,yg selama ini kita banggakan sebagai warisan luhur dari para leluhur kita yg tak terpisahkan selaku TOU MINAHASA... Bukankan MANGGUNI telah menjadi ciri dari Identitas kita selaku TOU MINAHASA yg merupakan pengikat persaudaraan sebagai anak cucu dari TOAR LUMIMUUT di tanah Malesung ini....
Takan pernah KUGADAIKAN JATI DIRINYA......SEKALI MANGUNI TETAP MANGUNI....Pergilah dan keluarlah wahai engkau tamu yang tak tau diri dari tanah leluhur kami...engkau tidak layak menjadi pemimpin kami...tindakan pelecehan dan penhinaanmu pantas lah engkau terusir jauh dari hadapan kami...henyahlah engkau.....

Contact:
Status YM

Manado

Cliff: 0813 310 31303

Email:info@rykers.org

Mar 4, 2012

manguni

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Sulawesi Utara (Sulut)
Kota/Kabupaten : Minahasa

1. Kecamatan Eris
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Eris di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Eris (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Maumbi (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Ranomerut (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Tandengan (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Telap (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Touliang Oki (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Watumea (Kodepos : 95683)

2. Kecamatan Kakas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kakas di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Bukittinggi (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Kalawiran (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Kaweng (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Kayuwatu (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Pahaleten (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Panasen (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Paslaten (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Passo (Paso) (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Rinondor (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Sendangan (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Simbel (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Talikuran (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Totolan (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Touliang (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Toulimembet (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Tounelet (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Tountimomor (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Wailang (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Wasian (Kodepos : 95682)
- Kelurahan/Desa Wineru (Kodepos : 95682)

3. Kecamatan Kawangkoan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kawangkoan di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Kanonang Dua (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Kanonang Satu (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Kayuum (Kayuuwi) (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Kiawa Dua (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Kiawa Satu (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Kinali (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Ranolambot (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Sendangan (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Talikuran (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Tombasian Atas (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Tombasian Bawah (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Tondegesan (Kodepos : 95692)
- Kelurahan/Desa Uner (Kodepos : 95692)

4. Kecamatan Kombi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kombi di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Kalawiran (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Kayu Besi (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Kinaselon (Kinaleosan) (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Kolongan (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Kombi (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Lalumpe (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Makalisung (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Ranowangko Dua (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Rerer (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Sawangan (Kodepos : 95684)
- Kelurahan/Desa Tulap (Kodepos : 95684)

5. Kecamatan Langowan Barat
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Langowan Barat di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Ampreng (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Kopiwangker (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Koyawas (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Lowian (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Noongan I (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Noongan II (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Noongan III (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Paslateh (Paslaten) (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Raringis (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tounelet (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tumaratas I (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tumaratas II (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Walewangko (Kodepos : 95694)

6. Kecamatan Langowan Selatan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Langowan Selatan di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Atep (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Kaayuran Atas (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Kaayuran Bawah (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Kawatak (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Manembo (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Palamba (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Rumbia (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Temboan (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Winebetan (Kodepos : 95694)

7. Kecamatan Langowan Timur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Langowan Timur di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Amongena Dua (II) (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Amongena Satu (I) (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Karondoran (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Sumarayar (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Teep (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Waleure (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Wolaang (Kodepos : 95694)

8. Kecamatan Langowan Utara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Langowan Utara di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Karumenga (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Taraitak (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tempang I (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tempang II (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Tempang III (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Toraget (Kodepos : 95694)
- Kelurahan/Desa Walantakan (Kodepos : 95694)

9. Kecamatan Lembean Timur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lembean Timur di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Atep Oki (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Kaleosan (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Kapataran (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Karor (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Kayuroya (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Seretan (Kodepos : 95683)
- Kelurahan/Desa Watulaney (Kodepos : 95683)

10. Kecamatan Pineleng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pineleng di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Agotey (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Kalasey Dua (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Kalasey Satu (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Kali (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Koha (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Pineleng Dua (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Pineleng Satu (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Sea (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Sea I (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Sea II (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Tateli (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Tateli Weru (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Warembungan (Kodepos : 95661)
- Kelurahan/Desa Winangun Atas (Kodepos : 95661)

11. Kecamatan Remboken
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Remboken di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Kaima (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Kasuratan (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Leleko (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Parepei (Parepey) (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Paslaten (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Pulutan (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Sendangan (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Sinuian (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Talikuran (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Tampusu (Kodepos : 95681)
- Kelurahan/Desa Timu (Kodepos : 95681)

12. Kecamatan Tondano Barat
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tondano Barat di Kota/Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) :
- Kelurahan/Desa Rerewokan (Kodepos : 95615)
- Kelurahan/Desa Watulambot (Kodepos : 95615)
- Kelurahan/Desa Wewelen (Kodepos : 95615)
- Kelurahan/Desa Masarang (Kodepos : 95616)
- Kelurahan/Desa Tounkuramber (Kodepos : 95616)
- Kelurahan/Desa Wawalintouan (Kodepos : 95616)
- Kelurahan/Desa Rinegetan (Kodepos : 95617)
- Kelurahan/Desa Roong (Kodepos : 95617)
- Kelurahan/Desa Tuutu (Kodepos : 95617)

Sulawesi Utara

1 comments

lambang_propinsi_sulut

Ibukota : Manado
SEJARAH PROPINSI SULAWESI UTARA

Sulawesi Utara mempunyai latar belakang sejarah yang cukup panjang sebelum daerah yang berada di paling ujung utara Nusantara ini menjadi Daerah Propinsi.

Dalam sejarah pemerintahan daerah Sulawesi Utara, seperti halnya daerah lainnya di Indonesia, mengalami beberapa kali perubahan administrasi pemerintahan, seiring dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan bangsa.

Pada permulaan kemerdekaan Republik Indonesia, daerah ini berstatus keresidenan yang merupakan bagian dari Propinsi Sulawesi. Propinsi Sulawesi ketika itu beribukota di Makassar dengan Gubernur yaitu DR.G.S.S.J. Ratulangi.

Kemudian sejalan dengan pemekaran administrasi pemerintahan daerah-daerah di Indonesia, maka pada tahun 1960 Propinsi Sulawesi dibagi menjadi dua propinsi administratif yaitu Propinsi Sulawesi Selatan-Tenggara dan Propinsi Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 1960.

Untuk mengatur dan menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di Propinsi Sulawesi Utara-Tengah, maka berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor.122/M Tahun 1960 tanggal 31 Maret 1960 ditunjuklah A. Baramuli, SH sebagai Gubernur Sulutteng.

Sembilan bulan kemudian Propinsi Administratif Sulawesi Utara-Tengah ditata kembali statusnya menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1960. Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sulutteng meliputi; Kotapradja Manado, Kotapraja Gorontalo, dan delapan Daerah Tingkat II masing-masing; Sangihe Talaud, Gorontalo, Bolaang Mongondow, Minahasa, Buol Toli-Toli, Donggala, Daerah Tingkat II Poso, Luwuk/ Banggai. Sementara itu, DPRD Propinsi Sulawesi Utara-Tengah baru terbentuk pada tanggal 26 Desember 1961.

Dalam perkembangan selanjutnya, tercatat suatu momentum penting yang terpatri dengan tinta emas dalam lembar sejarah daerah ini yaitu dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 tanggal 23 September 1964 yang menetapkan status Daerah Tingkat I Sulawesi Utara sebagai daerah otonom Tingkat I dengan Ibukotanya Manado.

Momentum diundangkannya UU Nomor 13 Tahun 1964 itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya Daerah Tingkat I Sulawesi Utara. Sejak itulah secara de facto wilayah Daerah Tingkat I Sulawesi Utara membentang dari utara ke selatan barat daya, dari Pulau Miangas ujung utara di Kabupaten Sangihe Talaud sampai ke Molosipat di bagian barat Kabupaten Gorontalo. Adapun daerah tingkat II yang masuk dalam wilayah Sulawesi Utara yaitu; Kotamadya Manado, Kota Madya Gorontalo, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Sangihe Talaud. Gubernur Propinsi Dati I Sulawesi Utara yang pertama adalah F.J. Tumbelaka.

Dalam perjalanan panjang Propinsi Sulawesi Utara tercatat sejumlah Gubernur yang telah memimpin daerah ini yaitu:
F.J.Tumbelaka (Pj.Gubernur 1964-1965); Soenandar Prijosoedarmo (Pj.Gubernur 1965-1966); Abdullah Amu (Pj.Gubernur 1966 – 1967); H.V. Worang (1967 – 1978); Willy Lasut.G.A (1978-1979); Erman Harirustaman (Pj.Gubernur 1979-1980); G.H. Mantik (1980-1985); C.J. Rantung (1985-1990); E.E.Mangindaan (1995-2000); Drs. A.J. Sondakh (2000-2005); Ir. Lucky H. Korah, MSi (Pj. Gubernur 2005) dan Drs.S.H.Sarundajang (2005-2010).

Sementara yang pernah menduduki posisi Wakil Gubernur yaitu; Drs. Abdullah Mokoginta (1985-1991); A. Nadjamuddin (1991-1996); J. B. Wenas (Wagub Bidang Pemerintahan dan Kesra, 1997-2000); Prof. Dr. Hi. H. A. Nusi, DSPA (Wagub Bidang Ekonomi dan Pembangunan, 1998-2000 ), dan Freddy H. Sualang (2000-2005) dan terpilih kembali untuk periode 2005-2010.

Selanjutnya, seiring dengan nuansa reformasi dan otonomi daerah, maka telah dibentuk Propinsi Gorontalo sebagai pemekaran dari Propinsi Sulawesi Utara melalui Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000. Dengan dibentuknya Propinsi Gorontalo tersebut, maka wilayah Propinsi Sulawesi Utara meliputi; Kota Manado, Kota Bitung, Kab. Minahasa, Kab. Sangihe dan Talaud dan Kab. Bolaang Mongondow. Pada Tahun 2003 Propinsi Sulawesi Utara mengalami penambahan 3 Kabupaten dan 1 Kota dengan Kabupaten Minahasa sebagai Kabupaten induk yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon serta Kabupaten Kepulauan Talaud. Kemudian tahun 2007 ketambahan lagi 4 lagi Kabupaten/Kota yakni Kab. Minahasa Tenggara, Kab. Bolmong Utara, Kab. Sitaro dan Kota Kotamobagu.

Secara Geografis

Propinsi Sulawesi Utara terletak di jazirah utara Pulau Sulawesi dan merupakan salah satu dari tiga propinsi di Indonesia yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa. Dua propinsi lainnya adalah Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Dilihat dari letak geografis Sulawesi Utara terletak pada 0.300-4.300 Lintang Utara (LU) dan 1210-1270 Bujur Timur (BT). Kedudukan jazirah membujur dari timur ke barat dengan daerah paling utara adalah Kepulauan Sangihe dan Talaud, dimana wilayah kepulauan ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Wilayah Propinsi Sulawesi Utara mempunyai batas-batas:
Utara : Laut Sulawesi, Samudra Pasifik dan Republik Filipina
Timur : Laut Maluku
Selatan : Teluk Tomini
Barat : Propinsi Gorontalo

peta_gorontalo

SEJARAH GORONTALO
Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado.

Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut); Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).

Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango. Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut huukm adat etatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut “Pohala’a”. Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala’a
• Pohala’a Gorontalo
• Pohala’a Limboto
• Pohala’a Suwawa
• Pohala’a Boalemo
• Pohala’a Atinggola

Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia. Antara agama dengan adat di Gorontalo menyatu dengan istilah “Adat bersendikan Syara’ dan Syara’ bersendikan Kitabullah”.

Pohalaa Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. Itulah sebabnya Gorontalo lebih banyak dikenal.

Asal usul nama Gorontalo terdapat berbagai pendapat dan penjelasan antara lain :
• Berasal dari “Hulontalangio”, nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.
• Berasal dari “Hua Lolontalango” yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
• Berasal dari “Hulontalangi” yang artinya lebih mulia.
• Berasal dari “Hulua Lo Tola” yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
• Berasal dari “Pongolatalo” atau “Puhulatalo” yang artinya tempat menunggu.
• Berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
• Berasal dari “Hunto” suatu tempat yang senantiasa digenangi air

Jadi asal usul nama Gorontalo (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata “hulondalo” hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.

Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohalaa telah berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen disamping Pemerintahan tradisonal. Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah “Rechtatreeks Bestur”. Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo lo pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling yaitu
• Onder Afdeling Kwandang
• Onder Afdeling Boalemo
• Onder Afdeling Gorontalo

Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi lima distrik yaitu :
• Distrik Kwandang
• Distrik Limboto
• Distrik Bone
• Distrik Gorontalo
• Distrik Boalemo

Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi tiga Afdeling yaitu :
• Afdeling Gorontalo
• Afdeling Boalemo
• Afdeling Buol

Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat Gorontalo dipelopori oleh Bpk. H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Oleh karena itu Bpk H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

Pada dasarnya masyarakat Gorontalo mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Indikatornya dapat dibuktikan yaitu pada saat “Hari Kemerdekaan Gorontalo” yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera merah putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis tetapi rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia.

Selain itu pada saat pergolakan PRRI Permesta di Sulawesi Utara masyarakat wilayah Gorontalo dan sekitarnya berjuang untuk tetap menyatu dengan Negara Republik Indonesia dengan semboyan “Sekali ke Djogdja tetap ke Djogdja” sebagaimana pernah didengungkan pertama kali oleh Ayuba Wartabone di Parlemen Indonesia Timur ketika Gorontalo menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur.
Geografis

Berdasarkan UU No. 38 tahun 2001, wilayah Gorontalo ditetapkan sebagai Provinsi, lepas dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo sebagai provinsi yang ke 32 secara geografis terletak diantara 0º, 30′ – 1º,0′ lintang utara dan 121º,0′ – 123º,30′ Bujur Timur, yang diapit oleh Laut Sulawesi di sebelah Utara, Provinsi Sulut di sebelah Timur, Teluk Tomini di sebelah Selatan, dan Provinsi Sulteng di sebelah Barat.
Provinsi Gorontalo memiliki luas wilayah sebesar 12.215,45 km2

Bahasa Sulawesi Utara

1 comments


Telah berabad-abad puluhan kelompok-kelompok yang terkait bergabung menjadi empat kelompok suku yang berdiam di Sulawesi Utara. Nama keempat kelompok etnik tersebut sejajar dengan nama daerah provinsi, antara lain yaitu: Bolaang Mongondow, Gorontalo, Sangihe Talaud and Minahasa. Meskipun "Bahasa Indonesia" lisan sebagai Bahasa Nasional, dalam prakteknya orang suku-suku yang menghuni daerah ini masih mengenal dan mengidentikkan kelompok lokal dan sub kelompok, yang sebagian besar dibedakan oleh bahasa atau logat sesuai dengan latar belakang mereka sebagai berikut :


A. Kelompok Bahasa Bolaang Mongondow

* Mongondow
* Lolak
* Bintauna
* Boroko/Bolangitang
* Bolango
* Bantik Mongondow

B. Kelompok Bahasa Sangihe Talaud

* Talaud (Talaur)
* Sanger Besar
* Siau

C. Kelompok Bahasa Minahasa

* Tombulu
* Tonsea
* Toulour
* Tountemboan
* Tounsawang
* Pasan Ratahan
* Ponosakan Belang
* Bantik Minahasa

D. Kelompok Bahasa Gorontalo

* Gorontalo
* Suwawa (bone)
* Atinggola

Mar 3, 2012

Batu Nona dan Kora-kora

1 comments

Batu Nona terletak di pantai Kema, Minahasa Utara – Sulawesi Utara. Jika anda naik kendaraan pribadi dari Manado membutuhkan waktu kira-kira 2 jam. Dari Manado ke arah Minut Bitung lalu ada arah petunjuk ke Kema, di Kema nanti ada arah petunjuk pantai Firdaus tidak ada salahnya anda mampir di sini karena pada waktu tertentu akan terlihat surga di pantai ini Smile sesuai dengan nama pantai ini. Hanya anda yg berjodoh dengan waktu maka akan melihat penampakan surga di pantai ini. Lalu ada petunjuk lain ke Batu Nona dan Kora-kora ikuti petunjuk nanti ada petunjuk Penjara Tua Kema tidak ada salahnya anda mampir, ini adalah penjara tertua sejak jaman spanyol dan banyak para bajak laut dunia yg di kurung di penjara tua ini dahulu.

Jika ada waktu lebih singgahlah ke Waruga Kepala Walak (Raja) Kema dahulu Waruga Xaverius beri rokok dan cap tikus (minuman tradisional Minahasa) sebagai penghormatan, supaya sepanjang perjalanan aman serta anda akan melihat bbrp keajaiban diperjalanan sampai ke Batu Nona. Beberapa tokoh besar Minahasa melakukannya secara rutin seperti Sam Ratulangi, Mantan Gubernur Worang, Sarundayang, dll. Bahkan bbrp tokoh Spanyol, Portugis, Belanda yg mengaku keturunan dari beliau sering datang kesini pada waktu-waktu tertentu. Maka dari itu timbul kesan keramat dari yg takut untuk foto tempat ini, sampai menceritakan sisilah serta latar belakang Xaverius ini, terkesan misteri (secret) atau sengaja di sembunyikan. Orang-orang mempercayai siapapun yg memberi penghormatan kepada beliau maka akan sukses dalam hidupnya tentu jalan lupa berdoa kepada Tuhan yg utama.

Setelah itu lanjutkan perjalanan ke Batu Nona sepanjang perjalanan anda hanya akan melihat rumah-rumah penduduk mayoritas keturunan Ternate maka dari itu disebut tempat ini Kora-Kora. Kora-kora adalah pasukan khusus ternate yg hebat dalam berperang. bahkan terkenal bisa jalan di atas air ketika berperang. Namun raja Ternate pada waktu itu di racun oleh Spanyol dan Portugis setelah raja Ternate di bunuh maka pasukan setia dari Raja memilih melarikan diri ke Kema. Xaverius terkenal arif dan bijaksana maka ia menerima siapa saja orang yg tertindas.

Tidak heran Batu Nona diambil dari sebutan bahasa orang pesisir pantai di Indonesia Timur yg berarti wanita cantik. Batu Nona dipercaya tempat dari Dewi Laut yg sangat cantik sejak jaman dahulu bahkan sejak perang berkecamuk baik dari pihak asing tidak ada yg berani untuk berperang di tempat ini. Bahkan ada cerita siapa yg memulai peperang ditempat ini armada meraka akan hancur, hal ini terbukti dgn bbrp kapal dari Portugis dan Spanyol tenggelam secara misterius di tempat ini seperti tertiup angin lalu di hisap oleh laut di ikuti dengan munculnya wanita cantik sexy yg hanya memakai kain saja. Maka dari itu tidak heran tempat ini menjadi tempat perlindungan serta tidak ada peperangan di sini.

Batu Nona di sini terlihat seperti wajah wanita cantik. Namun sayang sekarang untuk melihat Batu Nona sudah sulit untuk jalan kaki karena jalan untuk memutar bukit seperti sengaja di tutup. Maka anda harus menyewa speed bot atau kendaraan air lain. Sekarang pantai ini dikelola dan dikomersilkan, anda dapat melihat wujud dari penghuni Batu Nona ini yg telah di buat menjadi patung.

Untuk foto-foto lebih lengkap anda bisa melihat di facebook album saya:

silahkan lihat di link berikut ini: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.347296691981072.84045.100001022335182&type=3&l=3fa9baeae7